Cara Mengatasi Burnout

Apa Itu Burnout?

Burnout tidak dianggap sebagai kondisi medis, tetapi merupakan “kelelahan emosional, fisik, dan mental yang disebabkan oleh stres yang berlebihan dan berkepanjangan” [1]. Meskipun biasanya terkait dengan pekerjaan, burnout juga dapat dikaitkan dengan pengasuhan anak, atau bahkan hubungan romantis [2].

Kelelahan biasanya terjadi ketika kamu merasa sangat kewalahan dan merasa tidak mampu memenuhi harapan. Akibatnya, kamu akan kehilangan motivasi, produktivitas, dan energi yang menyebabkanmu merasa putus asa dan sinis. Ini juga dapat menyebabkan kekebalan tubuhmu turun, membuatmu lebih rentan terhadap penyakit, seperti pilek atau flu [1].

Para ahli percaya bahwa penyebab yang mendasari kelelahan mungkin adalah depresi dan faktor-faktor lain, termasuk ciri-ciri kepribadian dan kehidupan keluarga, ternyata juga dapat membuat beberapa orang lebih rentan mengalami kelelahan daripada orang lain yang tidak mengalami hal tersebut [3].

Apakah Saya Sedang Mengalami Burnout?

Kita semua pasti pernah atau sedang mengalami hari-hari buruk di mana kita mungkin merasakan beban berlebih dan kurang dihargai, tetapi masalah ini mulai terjadi ketika hal ini mulai menjadi kebiasaan dalam kehidupan kita sehari-hari. burnout terjadi secara bertahap dan gejalanya semakin memburuk seiring waktu. Tanda-tanda burnout termasuk [1]:

  • Sering merasa lelah dan terkuras secara energi fisik dan emosional
  • Lebih sering sakit
  • Sakit kepala atau nyeri otot yang konstan
  • Perubahan nafsu makan atau kebiasaan tidur
  • Perasaan gagal, meragukan diri sendiri, atau muncul rasa ketidakpercayaan; merasa terjebak
  • Menjadi penyendiri dan memisahkan diri dari orang-orang di sekitarmu
  • Hilangnya motivasi
  • Memiliki pandangan yang semakin sinis atau negatif
  • Menarik diri dari tanggung jawab
  • Menunda-nunda
  • Menggunakan obat-obatan atau alkohol untuk mengatasinya

Tidak seperti stres yang disebabkan karena banyaknya tekanan, permintaan yang melelahkan bagi fisik dan mental, burnout lebih mengarah kepada titik tidak acuh atau tidak peduli dengan berbagai tekanan. Stres membuat kamu merasa seperti tenggelam namun burnout membuat kamu terasa terkuras habis [1].

Bagaimana cara untuk mengatasi atau menghindari burnout?

1. Bangun kembali persahabatan

Alih-alih merasa sendirian, hubungi orang-orang terdekatmu untuk membantumu mengatasi dan mengalihkan pikiran dari stres. Batasi kontak dengan orang lain yang berpikiran negatif karena dapat membuatmu merasa lebih buruk. Memperluas jaringan sosialmu dan bertemu kolega baru di tempat kerja juga bisa membuatmu merasa lebih baik jika merasa burnout di dalam pekerjaan [1].

2. Ambil Alih Hidupmu

Karena burnout dapat membuatmu merasa tidak berdaya, tetapkan batasan secara tegas: belajar mengatakan tidak, delegasikan tugas kepada orang lain, dan sampaikan kekhawatiranmu kepada manajer sehingga kamu dapat memiliki beban kerja yang lebih mudah dikelola. Dan seperti biasa, jangan membawa pekerjaan ke rumah – latihlah keseimbangan kehidupan kerja dengan kehidupan personal sehingga kamu dapat beristirahat di penghujung hari [4].

3. Perhatikan Kebutuhan Kamu

Sediakan waktu yang cukup untuk tidur nyenyak, olahraga, dan makan makanan bergizi. Ingatlah bahwa makanan tinggi karbohidrat akan menyebabkan kemurungan dan penurunan energi. Olahraga juga akan meningkatkan mood-mu. Hindari merokok atau minum keras untuk mengatasi burnout, nikotin dan alkohol sebenarnya adalah stimulan kuat yang dapat meningkatkan kecemasan [1].

4. Berlatih Membentuk Pola Pikir

Lihat kembali hal-hal dan temukan nilai dalam pekerjaanmu. Perubahan sikap dapat membantumu menemukan tujuan. Jika kamu tahu kamu mungkin tidak dapat menikmati pekerjaanmu, maka pastikan kamu menemukan makna dan kepuasan di bagian lain kehidupanmu– hobi, teman, atau bahkan kegiatan sukarela. Meskipun itu bukan sesuatu yang mungkin bagi semua orang, istirahat total atau liburan juga dapat membantu dan memungkinkanmu untuk mengisi ulang dan mendapatkan perspektif baru [1]!


Jika langkah-langkah di atas tidak berhasil, berbicaralah dengan orang profesional yang mengerti mengenai kesehatan mental untuk mendapatkan bantuan. Mengakui dan mengatasi masalah adalah langkah pertama, dan tenaga profesional dapat menawarkan bimbingan untuk membantumu mengidentifikasi penyebab dan mengeksplorasi metode yang paling sesuai untukmu [4].



References:

1. Smith M, Segal J, Robinson L. Burnout Prevention and Treatment [Internet]. HelpGuide. 2020 [cited 9 September 2021]. Available from: https://www.helpguide.org/articles/stress/burnout-prevention-and-recovery.htm#
2. Burnout [Internet]. Psychology Today. 2021 [cited 9 September 2021]. Available from: https://www.psychologytoday.com/us/basics/burnout
3. Job burnout: How to spot it and take action [Internet]. Mayo Clinic. 2021 [cited 9 September 2021]. Available from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/burnout/art-20046642
4. Raypole C. Burnout Recovery: 11 Strategies to Help You Reset [Internet]. Healthline. 2020 [cited 9 September 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/mental-health/burnout-recovery